Kebakaran Ye, Mei 2016 Ye
Kebakaran bermula pada 3 Mei 2016 di Ye, Myanmar, dan satelit melihatnya menyala selama 11 hari. Sistem global GWIS milik Copernicus merekonstruksi perimeter area terbakar seluas 2.512 hektare dari titik panas, tersebar di satu kabupaten/kota.
Ini kebakaran terbesar ke-9 di Mon sejak 2016 (dari 13 yang memiliki halaman). Terbesar ke-99 di Myanmar pada 2016, dari 157.
Bandingkan dengan…
Kami memiliki perimeter GWIS untuk kebakaran ini, tetapi sensor VIIRS tidak menangkapnya dengan cukup rinci: tidak ada perkembangan hari demi hari, tetapi pembagian per wilayah tersedia.
- Luas terbakar
- 2.512ha
- perimeter GWIS (Copernicus)
- Durasi
- 11hari
- 3 Mei 2016 – 13 Mei 2016
- Kabupaten/kota terdampak
- 1
- munisipalitas
- Mulai
- 3 Mei
- 2016
Di mana api membakar
Seberapa besar?
Batas Jakarta: geoBoundaries · Badan Pusat Statistik (BPS - Statistics Indonesia), World Food Programme, OCHA ROAP (CC BY 3.0 IGO).
Batas Paris: geoBoundaries · Institut national de l'information géographique et forestière (IGN-F) (Etalab Open License 2.0).
Batas London: geoBoundaries · Office for National Statistics (Open Government Licence v3.0).
Batas Madrid: geoBoundaries · Open Data ESRI, IGN Central Registry of Cartography Area (CC BY 4.0).
Yang dibandingkan adalah ukuran, bukan lokasi: kedua bentuk memakai skala yang sama, utara di atas, dan ditumpuk di titik tengahnya.
Apa yang terjadi di setiap kota
-
Ye titik awal api2.526 ha0,9 %
Luas terbakar di dalam setiap wilayah, hasil persilangan perimeter GWIS dengan batas administratif. Jaraknya dihitung dari pusat kota ke titik api terdekat: berjarak satu kilometer tidak berarti api mencapai permukiman.
Sebelum dan sesudah, dari angkasa
Geser garisnya untuk membandingkan lahan yang sama sebelum dan sesudah kebakaran.
Jika hari itu berawan, ganti tanggalnya: setiap satelit melintas sekali sehari. Dalam warna semu, lahan yang terbakar tampak cokelat atau merah.
Kebakaran lain di sekitarnya
Pertanyaan yang sering diajukan
- Berapa lama kebakaran Ye berlangsung?
- GWIS (Copernicus) mencatatnya antara 3 Mei 2016 dan 13 Mei 2016: 11 hari antara titik panas pertama dan terakhir dari perimeter.
- Berapa luas yang terbakar?
- Perimeter yang direkonstruksi GWIS (Copernicus) dari titik panas seluas 2.512 hektare (25,1 km²). Ini perkiraan: angka resmi nasional bisa berbeda.
- Kabupaten/kota mana saja yang terbakar?
- Api hanya memasuki Ye (2.526 ha, 0,9 %).
- Dari mana data ini berasal?
- Dari perimeter area terbakar GWIS (Copernicus), titik panas VIIRS NASA FIRMS, dan batas administratif Myanmar (geoBoundaries). Ini bukan laporan resmi.
Tempat memverifikasi
Deteksi satelit bukan laporan resmi. Angka akhir dan status kebakaran diterbitkan layanan darurat setiap negara.
Pemeriksaan silang satelit
Ada yang keliru di halaman ini?
Halaman ini dibuat dari data satelit dan catatan resmi, dan kadang keliru: tanggal yang salah, desa yang salah, dua kebakaran digabung, atau sesuatu yang sebenarnya bukan kebakaran hutan. Jika Anda mengenal kebakaran ini dari dekat — tinggal di sana, melihatnya, ikut memadamkan, atau meliputnya sebagai wartawan — ceritakan apa yang sebenarnya terjadi dan kami akan memeriksanya.
Laporkan kesalahan
Dari mana kami tahu
- Perimeter: GWIS (Copernicus), direkonstruksi dari titik panas, bukan diukur pada citra.
- Tanggal dari perimeter: titik panas VIIRS di dalamnya tidak mengubahnya. Tidak ada titik panas VIIRS dari Suomi-NPP pada tanggal tersebut.
- Kami belum mencocokkan halaman ini dengan catatan resmi mana pun.
Dari mana data ini berasal
Perimeter berasal dari Sistem Informasi Kebakaran Hutan Global (GWIS) Copernicus, yang merekonstruksinya dari titik panas MODIS dan VIIRS dan menerbitkannya dengan lisensi CC BY 4.0. Perimeter ini tidak diukur pada citra seperti di Eropa, jadi sifatnya perkiraan. Titik panas berasal dari sensor VIIRS di satelit Suomi-NPP dan NOAA-20, disebarkan oleh NASA FIRMS dengan resolusi 375 m. Batas wilayah berasal dari geoBoundaries ADM3 (Creative Commons Attribution 4.0 (CC BY 4.0)). Luas per wilayah dihitung WorldFires dengan menyilangkan perimeter dengan batas tersebut, sehingga bisa berbeda dari angka resmi setiap negara.