- Berapa lama kebakaran Yalinga berlangsung?
- Menurut titik panas yang dideteksi satelit di dalam perimeter, api menyala dari 24 Desember 2020 hingga 9 Maret 2021 (76 hari). Perimeternya mencatat tanggal 26 Desember 2020 hingga 6 Maret 2021.
- Berapa luas yang terbakar?
- Perimeter yang direkonstruksi GWIS (Copernicus) dari titik panas seluas 978.515 hektare (9.785,2 km²). Ini perkiraan: angka resmi nasional bisa berbeda.
- Kabupaten/kota mana saja yang terbakar?
- Api memasuki 2 kabupaten/kota: Yalinga (637.778 ha, 15 %); Rafaï (347.813 ha, 13 %).
- Bagaimana cuacanya?
- Selama kebakaran suhu mencapai 39,0 °C, kelembapan turun hingga 7 % dan embusan angin mencapai 48 km/jam. Indeks bahaya kebakaran (FWI) mencapai 69, kelas Ekstrem.
- Dari mana data ini berasal?
- Dari perimeter area terbakar GWIS (Copernicus), titik panas VIIRS NASA FIRMS, dan batas administratif Republik Afrika Tengah (geoBoundaries). Ini bukan laporan resmi.
- Bagaimana akhir kebakaran yang mulai dengan cuaca serupa di kawasan ini?
- Kebakaran dalam jarak kurang dari 250 km yang mulai sejak 2016 dengan FWI, kelembapan, dan masa kering yang serupa: 68. Durasi mediannya 14 hari dan luas mediannya 7.485 ha; 32 % melewati 10.000 ha. Tak satu pun dari 68 kembarannya terbakar lebih luas. Cuaca hari pertama tidak menjelaskan semuanya: angin pada hari-hari berikutnya, bahan bakar, dan pemadaman juga berpengaruh. Pada 67 dari 68, tidak turun hujan 1 mm pun dalam sepuluh hari setelah berakhir: padam tanpa hujan. Pada sisanya, hari hujan pertama membawa median 2,0 mm.