Kebakaran Tsumkwe, 10 September 2022 Tsumkwe
Kebakaran bermula pada 10 September 2022 di Tsumkwe, Namibia, dan satelit melihatnya menyala selama 1 hari. Sistem global GWIS milik Copernicus merekonstruksi perimeter area terbakar seluas 2.360 hektare dari titik panas, tersebar di satu kabupaten/kota.
Ini kebakaran terbesar ke-170 di Otjozondjupa sejak 2016 (dari 212 yang memiliki halaman). Terbesar ke-94 di Namibia pada 2022, dari 119.
- Luas terbakar
- 2.360ha
- perimeter GWIS (Copernicus)
- Durasi
- 1hari
- 10 Sep 2022 – 10 Sep 2022
- Kabupaten/kota terdampak
- 1
- daerah pemilihan
- Mulai
- 10 Sep
- 2022
- Titik panas
- 63
- pada satu titik panas: 162 MW
- Energi yang dilepaskan
- 3,1GW
- jumlah daya yang terdeteksi
Di mana api membakar
Perkembangannya, hari demi hari
Daya radiasi api yang terdeteksi setiap hari, dalam megawatt, dan jumlah titik panas. Batang magenta menandai hari puncak.
Area ini pernah terbakar sebelumnya
Tidak ada perimeter terdahulu yang tumpang tindih dengan kebakaran ini sejak 2016, saat catatan satelit dimulai.
Apa yang terjadi di setiap kota
-
Tsumkwe titik awal api2.371 ha dicapai pada 10 Sep0,1 %
Luas terbakar di dalam setiap wilayah, hasil persilangan perimeter GWIS dengan batas administratif. Jaraknya dihitung dari pusat kota ke titik api terdekat: berjarak satu kilometer tidak berarti api mencapai permukiman.
Sebelum dan sesudah, dari angkasa
Geser garisnya untuk membandingkan lahan yang sama sebelum dan sesudah kebakaran.
Jika hari itu berawan, ganti tanggalnya: setiap satelit melintas sekali sehari. Dalam warna semu, lahan yang terbakar tampak cokelat atau merah.
Tabel deteksi · 63Setiap deteksi panas satelit, satu per satu, dengan waktu, satelit, daya, dan koordinat.
| Tanggal dan waktu | Satelit | FRP (MW) | Lat | Lon |
|---|
Kebakaran lain di sekitarnya
- 12.375 haTsumkwe16 September 2018 · 11 hari · 11 km jauhnya
- 14.353 haTsumkwe23 September 2018 · 4 hari · 18 km jauhnya
- 14.116 haTsumkwe8 September 2022 · 8 hari · 30 km jauhnya
- 12.800 haTsumkwe18 September 2022 · 9 hari · 31 km jauhnya
- 11.314 haTsumkwe10 September 2017 · 9 hari · 32 km jauhnya
- 19.762 haMashare22 September 2022 · 19 hari · 38 km jauhnya
Pertanyaan yang sering diajukan
- Berapa lama kebakaran Tsumkwe berlangsung?
- GWIS (Copernicus) mencatatnya antara 10 September 2022 dan 10 September 2022: 1 hari antara titik panas pertama dan terakhir dari perimeter.
- Berapa luas yang terbakar?
- Perimeter yang direkonstruksi GWIS (Copernicus) dari titik panas seluas 2.360 hektare (23,6 km²). Ini perkiraan: angka resmi nasional bisa berbeda.
- Kabupaten/kota mana saja yang terbakar?
- Api hanya memasuki Tsumkwe (2.371 ha, 0,1 %).
- Dari mana data ini berasal?
- Dari perimeter area terbakar GWIS (Copernicus), titik panas VIIRS NASA FIRMS, dan batas administratif Namibia (OCHA COD-AB). Ini bukan laporan resmi.
Tempat memverifikasi
Deteksi satelit bukan laporan resmi. Angka akhir dan status kebakaran diterbitkan layanan darurat setiap negara.
Pemeriksaan silang satelit
Ada yang keliru di halaman ini?
Halaman ini dibuat dari data satelit dan catatan resmi, dan kadang keliru: tanggal yang salah, desa yang salah, dua kebakaran digabung, atau sesuatu yang sebenarnya bukan kebakaran hutan. Jika Anda mengenal kebakaran ini dari dekat — tinggal di sana, melihatnya, ikut memadamkan, atau meliputnya sebagai wartawan — ceritakan apa yang sebenarnya terjadi dan kami akan memeriksanya.
Laporkan kesalahan
Dari mana data ini berasal
Perimeter berasal dari Sistem Informasi Kebakaran Hutan Global (GWIS) Copernicus, yang merekonstruksinya dari titik panas MODIS dan VIIRS dan menerbitkannya dengan lisensi CC BY 4.0. Perimeter ini tidak diukur pada citra seperti di Eropa, jadi sifatnya perkiraan. Titik panas berasal dari sensor VIIRS di satelit Suomi-NPP dan NOAA-20, disebarkan oleh NASA FIRMS dengan resolusi 375 m. Batas wilayah berasal dari OCHA COD-AB (Namibia Statistics Agency (NSA)) (Creative Commons Attribution for Intergovernmental Organisations (CC BY-IGO)). Luas per wilayah dihitung WorldFires dengan menyilangkan perimeter dengan batas tersebut, sehingga bisa berbeda dari angka resmi setiap negara.