- Berapa lama kebakaran Ouandja berlangsung?
- Menurut titik panas yang dideteksi satelit di dalam perimeter, api menyala dari 13 Desember 2016 hingga 10 Januari 2017 (29 hari). Perimeternya mencatat tanggal 13 Desember 2016 hingga 3 Januari 2017.
- Berapa luas yang terbakar?
- Perimeter yang direkonstruksi GWIS (Copernicus) dari titik panas seluas 25.706 hektare (257,1 km²). Ini perkiraan: angka resmi nasional bisa berbeda.
- Kabupaten/kota mana saja yang terbakar?
- Api memasuki 3 kabupaten/kota: Ouandja (20.095 ha, 1,0 %); Yalinga (2.127 ha, 0,0 %); Ouandja Kotto (303 ha, 0,0 %).
- Bagaimana cuacanya?
- Selama kebakaran suhu mencapai 33,3 °C, kelembapan turun hingga 11 % dan embusan angin mencapai 48 km/jam. Indeks bahaya kebakaran (FWI) mencapai 57, kelas Ekstrem.
- Dari mana data ini berasal?
- Dari perimeter area terbakar GWIS (Copernicus), titik panas VIIRS NASA FIRMS, dan batas administratif Republik Afrika Tengah (geoBoundaries). Ini bukan laporan resmi.
- Bagaimana akhir kebakaran yang mulai dengan cuaca serupa di kawasan ini?
- Kebakaran dalam jarak kurang dari 250 km yang mulai sejak 2016 dengan FWI, kelembapan, dan masa kering yang serupa: 22. Durasi mediannya 11 hari dan luas mediannya 5.472 ha; 14 % melewati 10.000 ha. Tak satu pun dari 22 kembarannya terbakar lebih luas. Cuaca hari pertama tidak menjelaskan semuanya: angin pada hari-hari berikutnya, bahan bakar, dan pemadaman juga berpengaruh. Tak satu pun mendapat hujan 1 mm dalam sepuluh hari setelah berakhir: semuanya padam tanpa hujan.