Kebakaran Matu, Juni 2017 Matu
Kebakaran bermula pada 4 Juni 2017 di Matu, Malaysia, dan satelit melihatnya menyala selama 3 hari. Sistem global GWIS milik Copernicus merekonstruksi perimeter area terbakar seluas 528 hektare dari titik panas, tersebar di satu kabupaten/kota.
Ini kebakaran terbesar ke-64 di Sarawak sejak 2016 (dari 70 yang memiliki halaman). Terbesar ke-6 di Malaysia pada 2017, dari 7.
- Luas terbakar
- 528ha
- perimeter GWIS (Copernicus)
- Durasi
- 3hari
- 4 Jun 2017 – 6 Jun 2017
- Kabupaten/kota terdampak
- 1
- distrik
- Mulai
- 4 Jun
- 2017
- Titik panas
- 9
- pada satu titik panas: 159 MW
- Bahaya saat mulai
- 0
- Sangat rendah · indeks FWI
- Energi yang dilepaskan
- 589MW
- jumlah daya yang terdeteksi
Di mana api membakar
Perkembangannya, hari demi hari
Daya radiasi api yang terdeteksi setiap hari, dalam megawatt, dan jumlah titik panas. Batang magenta menandai hari puncak.
Cuaca saat kebakaran
Sudah 0 hari tanpa hujan (1 mm atau lebih) saat kebakaran bermula. Hujan turun setelah kebakaran: 11,0 mm pada 7 Jun.
Area ini pernah terbakar sebelumnya
Tidak ada perimeter terdahulu yang tumpang tindih dengan kebakaran ini sejak 2016, saat catatan satelit dimulai.
Apa yang terjadi di setiap kota
-
Matu titik awal api531 ha dicapai pada 4 Jun0,3 %
Luas terbakar di dalam setiap wilayah, hasil persilangan perimeter GWIS dengan batas administratif. Jaraknya dihitung dari pusat kota ke titik api terdekat: berjarak satu kilometer tidak berarti api mencapai permukiman.
Cuaca hari demi hari
Reanalisis ERA5 ECMWF di lokasi kebakaran, rujukan baku untuk cuaca masa lalu, dan Indeks Cuaca Kebakaran Kanada (sistem yang sama dengan yang dipakai Copernicus), dihitung WorldFires dari data tersebut. Hari-hari setelah kebakaran ditampilkan hingga hujan pertama.
Open-Meteo.com (CC BY 4.0) · Copernicus Climate Change Service (ERA5)
| Hari | Tertinggi | Kelembapan min. | Embusan terkuat | Hujan | Bahaya (FWI) |
|---|---|---|---|---|---|
| 4 Jun | 32,7 °C | 66 % | 34 km/h | 1,4 mm | Sangat rendah 0 |
| 5 Jun | 33,5 °C | 62 % | 17 km/h | 0,4 mm | Sangat rendah 1 |
| 6 Jun | 32,0 °C | 66 % | 24 km/h | 0,1 mm | Sangat rendah 2 |
| 7 Jun sesudah | 30,8 °C | 75 % | 22 km/h | 11,0 mm | Sangat rendah 0 |
Sebelum dan sesudah, dari angkasa
Geser garisnya untuk membandingkan lahan yang sama sebelum dan sesudah kebakaran.
Jika hari itu berawan, ganti tanggalnya: setiap satelit melintas sekali sehari. Dalam warna semu, lahan yang terbakar tampak cokelat atau merah.
Tabel deteksi · 9Setiap deteksi panas satelit, satu per satu, dengan waktu, satelit, daya, dan koordinat.
| Tanggal dan waktu | Satelit | FRP (MW) | Lat | Lon |
|---|
Kebakaran lain di sekitarnya
- 1.125 haSibu25 September 2016 · 4 hari · 18 km jauhnya
- 1.898 haMatuAgustus 2016 · 11 hari · 20 km jauhnya
- 1.083 haSibu17 September 2016 · 4 hari · 20 km jauhnya
- 1.101 haSibuJuli 2017 · 9 hari · 21 km jauhnya
- 767 haSibuFebruari 2017 · 5 hari · 21 km jauhnya
- 1.862 haSibuJanuari 2017 · 9 hari · 24 km jauhnya
Pertanyaan yang sering diajukan
- Berapa lama kebakaran Matu berlangsung?
- GWIS (Copernicus) mencatatnya antara 4 Juni 2017 dan 6 Juni 2017: 3 hari antara titik panas pertama dan terakhir dari perimeter.
- Berapa luas yang terbakar?
- Perimeter yang direkonstruksi GWIS (Copernicus) dari titik panas seluas 528 hektare (5,3 km²). Ini perkiraan: angka resmi nasional bisa berbeda.
- Kabupaten/kota mana saja yang terbakar?
- Api hanya memasuki Matu (531 ha, 0,3 %).
- Bagaimana cuacanya?
- Selama kebakaran suhu mencapai 33,5 °C, kelembapan turun hingga 62 % dan embusan angin mencapai 34 km/jam. Indeks bahaya kebakaran (FWI) mencapai 2, kelas Sangat rendah.
- Dari mana data ini berasal?
- Dari perimeter area terbakar GWIS (Copernicus), titik panas VIIRS NASA FIRMS, dan batas administratif Malaysia (geoBoundaries). Ini bukan laporan resmi.
Tempat memverifikasi
Deteksi satelit bukan laporan resmi. Angka akhir dan status kebakaran diterbitkan layanan darurat setiap negara.
Nomor darurat: 999
Pemeriksaan silang satelit
Ada yang keliru di halaman ini?
Halaman ini dibuat dari data satelit dan catatan resmi, dan kadang keliru: tanggal yang salah, desa yang salah, dua kebakaran digabung, atau sesuatu yang sebenarnya bukan kebakaran hutan. Jika Anda mengenal kebakaran ini dari dekat — tinggal di sana, melihatnya, ikut memadamkan, atau meliputnya sebagai wartawan — ceritakan apa yang sebenarnya terjadi dan kami akan memeriksanya.
Laporkan kesalahan
Dari mana data ini berasal
Perimeter berasal dari Sistem Informasi Kebakaran Hutan Global (GWIS) Copernicus, yang merekonstruksinya dari titik panas MODIS dan VIIRS dan menerbitkannya dengan lisensi CC BY 4.0. Perimeter ini tidak diukur pada citra seperti di Eropa, jadi sifatnya perkiraan. Titik panas berasal dari sensor VIIRS di satelit Suomi-NPP dan NOAA-20, disebarkan oleh NASA FIRMS dengan resolusi 375 m. Batas wilayah berasal dari geoBoundaries ADM2 (Creative Commons Attribution 3.0 License). Luas per wilayah dihitung WorldFires dengan menyilangkan perimeter dengan batas tersebut, sehingga bisa berbeda dari angka resmi setiap negara.