- Berapa lama kebakaran Faradje berlangsung?
- Menurut titik panas yang dideteksi satelit di dalam perimeter, api menyala dari 8 Januari 2019 hingga 1 Februari 2019 (25 hari). Perimeternya mencatat tanggal 8 Januari 2019 hingga 26 Januari 2019.
- Berapa luas yang terbakar?
- Perimeter yang direkonstruksi GWIS (Copernicus) dari titik panas seluas 80.634 hektare (806,3 km²). Ini perkiraan: angka resmi nasional bisa berbeda.
- Kabupaten/kota mana saja yang terbakar?
- Api memasuki 2 kabupaten/kota: Dungu (50.134 ha, 1,5 %); Faradje (27.801 ha, 2,2 %).
- Bagaimana cuacanya?
- Selama kebakaran suhu mencapai 36,2 °C, kelembapan turun hingga 15 % dan embusan angin mencapai 41 km/jam. Indeks bahaya kebakaran (FWI) mencapai 44, kelas Sangat tinggi.
- Dari mana data ini berasal?
- Dari perimeter area terbakar GWIS (Copernicus), titik panas VIIRS NASA FIRMS, dan batas administratif Republik Demokratik Kongo (geoBoundaries). Ini bukan laporan resmi.
- Bagaimana akhir kebakaran yang mulai dengan cuaca serupa di kawasan ini?
- Kebakaran dalam jarak kurang dari 250 km yang mulai sejak 2016 dengan FWI, kelembapan, dan masa kering yang serupa: 23. Durasi mediannya 10 hari dan luas mediannya 6.738 ha; 30 % melewati 10.000 ha. Tak satu pun dari 23 kembarannya terbakar lebih luas. Cuaca hari pertama tidak menjelaskan semuanya: angin pada hari-hari berikutnya, bahan bakar, dan pemadaman juga berpengaruh. Pada 19 dari 23, tidak turun hujan 1 mm pun dalam sepuluh hari setelah berakhir: padam tanpa hujan. Pada sisanya, hari hujan pertama membawa median 6,2 mm.