Kebakaran Berau, September 2018 Berau
Kebakaran bermula pada 10 September 2018 di Berau, Indonesia, dan satelit melihatnya menyala selama 7 hari. Sistem global GWIS milik Copernicus merekonstruksi perimeter area terbakar seluas 2.215 hektare dari titik panas, tersebar di satu kabupaten/kota.
Ini kebakaran terbesar ke-54 di East Kalimantan sejak 2016 (dari 98 yang memiliki halaman). Terbesar ke-55 di Indonesia pada 2018, dari 110.
Kami memiliki perimeter GWIS untuk kebakaran ini, tetapi sensor VIIRS tidak menangkapnya dengan cukup rinci: tidak ada perkembangan hari demi hari, tetapi pembagian per wilayah tersedia.
- Luas terbakar
- 2.215ha
- perimeter GWIS (Copernicus)
- Durasi
- 7hari
- 10 Sep 2018 – 16 Sep 2018
- Kabupaten/kota terdampak
- 1
- kabupaten/kota
- Mulai
- 10 Sep
- 2018
- Bahaya saat mulai
- 0
- Sangat rendah · indeks FWI
Di mana api membakar
Cuaca saat kebakaran
Sudah 0 hari tanpa hujan (1 mm atau lebih) saat kebakaran bermula. Hujan turun setelah kebakaran: 22,8 mm pada 17 Sep.
Area ini pernah terbakar sebelumnya
18% perimeter tumpang tindih dengan kebakaran sebelumnya yang tercatat sejak 2016: 395 ha pada 2017.
Apa yang terjadi di setiap kota
-
Berau titik awal api2.230 ha0,1 %
Luas terbakar di dalam setiap wilayah, hasil persilangan perimeter GWIS dengan batas administratif. Jaraknya dihitung dari pusat kota ke titik api terdekat: berjarak satu kilometer tidak berarti api mencapai permukiman.
Cuaca hari demi hari
Reanalisis ERA5 ECMWF di lokasi kebakaran, rujukan baku untuk cuaca masa lalu, dan Indeks Cuaca Kebakaran Kanada (sistem yang sama dengan yang dipakai Copernicus), dihitung WorldFires dari data tersebut. Hari-hari setelah kebakaran ditampilkan hingga hujan pertama.
Open-Meteo.com (CC BY 4.0) · Copernicus Climate Change Service (ERA5)
| Hari | Tertinggi | Kelembapan min. | Embusan terkuat | Hujan | Bahaya (FWI) |
|---|---|---|---|---|---|
| 10 Sep | 32,4 °C | 59 % | 19 km/h | 7,5 mm | Sangat rendah 0 |
| 11 Sep | 31,8 °C | 59 % | 25 km/h | 2,3 mm | Sangat rendah 0 |
| 12 Sep | 34,2 °C | 52 % | 28 km/h | 0,5 mm | Sangat rendah 2 |
| 13 Sep | 32,8 °C | 51 % | 35 km/h | 0,0 mm | Rendah 5 |
| 14 Sep | 34,2 °C | 48 % | 36 km/h | 1,0 mm | Rendah 6 |
| 15 Sep | 33,9 °C | 50 % | 40 km/h | 0,3 mm | Rendah 8 |
| 16 Sep | 34,6 °C | 49 % | 27 km/h | 0,0 mm | Rendah 8 |
| 17 Sep sesudah | 29,9 °C | 73 % | 27 km/h | 22,8 mm | Sangat rendah 0 |
Sebelum dan sesudah, dari angkasa
Geser garisnya untuk membandingkan lahan yang sama sebelum dan sesudah kebakaran.
Jika hari itu berawan, ganti tanggalnya: setiap satelit melintas sekali sehari. Dalam warna semu, lahan yang terbakar tampak cokelat atau merah.
Kebakaran lain di sekitarnya
- 1.733 haBerau29 Agustus 2026 · 18 hari · 3 km jauhnya
- 1.606 haBerau30 Agustus 2023 · 4 hari · 14 km jauhnya
- 9.388 haBerau5 Agustus 2026 · 42 hari · 15 km jauhnya
- 7.223 haBerauSeptember 2019 · 20 hari · 16 km jauhnya
- 2.597 haBerau7 Agustus 2019 · 14 hari · 16 km jauhnya
- 2.434 haBerau14 Agustus 2026 · 10 hari · 18 km jauhnya
Pertanyaan yang sering diajukan
- Berapa lama kebakaran Berau berlangsung?
- GWIS (Copernicus) mencatatnya antara 10 September 2018 dan 16 September 2018: 7 hari antara titik panas pertama dan terakhir dari perimeter.
- Berapa luas yang terbakar?
- Perimeter yang direkonstruksi GWIS (Copernicus) dari titik panas seluas 2.215 hektare (22,2 km²). Ini perkiraan: angka resmi nasional bisa berbeda.
- Kabupaten/kota mana saja yang terbakar?
- Api hanya memasuki Berau (2.230 ha, 0,1 %).
- Bagaimana cuacanya?
- Selama kebakaran suhu mencapai 34,6 °C, kelembapan turun hingga 48 % dan embusan angin mencapai 40 km/jam. Indeks bahaya kebakaran (FWI) mencapai 8, kelas Rendah.
- Dari mana data ini berasal?
- Dari perimeter area terbakar GWIS (Copernicus), titik panas VIIRS NASA FIRMS, dan batas administratif Indonesia (geoBoundaries). Ini bukan laporan resmi.
Tempat memverifikasi
Deteksi satelit bukan laporan resmi. Angka akhir dan status kebakaran diterbitkan layanan darurat setiap negara.
Nomor darurat: 112
Pemeriksaan silang satelit
Ada yang keliru di halaman ini?
Halaman ini dibuat dari data satelit dan catatan resmi, dan kadang keliru: tanggal yang salah, desa yang salah, dua kebakaran digabung, atau sesuatu yang sebenarnya bukan kebakaran hutan. Jika Anda mengenal kebakaran ini dari dekat — tinggal di sana, melihatnya, ikut memadamkan, atau meliputnya sebagai wartawan — ceritakan apa yang sebenarnya terjadi dan kami akan memeriksanya.
Laporkan kesalahan
Dari mana data ini berasal
Perimeter berasal dari Sistem Informasi Kebakaran Hutan Global (GWIS) Copernicus, yang merekonstruksinya dari titik panas MODIS dan VIIRS dan menerbitkannya dengan lisensi CC BY 4.0. Perimeter ini tidak diukur pada citra seperti di Eropa, jadi sifatnya perkiraan. Titik panas berasal dari sensor VIIRS di satelit Suomi-NPP dan NOAA-20, disebarkan oleh NASA FIRMS dengan resolusi 375 m. Batas wilayah berasal dari geoBoundaries ADM2 (Creative Commons Attribution 3.0 Intergovernmental Organisations (CC BY 3.0 IGO)). Luas per wilayah dihitung WorldFires dengan menyilangkan perimeter dengan batas tersebut, sehingga bisa berbeda dari angka resmi setiap negara.